Penyu Derawan via marischkaprudence.blogspot.co.id/

Hampir semua menyukai penyu. Makhluk laut yang satu ini selalu terlihat tenang, mereka berenang dengan elegan dan terkadang tidak perduli saat kita mendekat di kala menyelam.

Maratua Island and its super calming landscape via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Di area perairan Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur terdapat surga para penyu. Disini anda dapat bertemu puluhan penyu dalam satu kali menyelam hingga anda akan berhenti menghitung jumlah penyu yang ada karena terlalu banyak.

Roll and dive via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/
Hey there! via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Sebagai habitat penyu hijau terbanyak, menemukan penyu di Kepulauan Derawan tidaklah sulit. Menyelam di berbagai area dan penyu seringkali anda temukan. Bahkan tanpa perlu menyelam anda pun dapat melihat banyak penyu, terutama di dermaga Desa Payung Payung di Pulau Maratua. Sambil berjalan di dermaga maka anda akan melihat penyu naik ke permukaan di area dermaga, mengambil napas dan kemudian turun ke dalamnya laut.

Nothing, just chilling here via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

“Turtle Traffic” adalah nama titik penyelaman yang berada di sekitar dermaga Payung Payung. Nama ini memang menggambarkan situasi di bawah laut. Bagaikan lalu lintas, penyu hilir mudik di area ini. Belum tiga menit saya menceburkan diri di birunya laut, saya sudah melihat penyu.

via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Saya kemudian terus menerus bertemu penyu, terutama penyu hijau, hingga akhirnya saya berhenti menghitung saat angka penyu yang saya temui lebih dari 18. Ada penyu yang sedang tidur di bawah karang, berdiam di sisi karang, atau sedikit hilir mudik di beberapa area.

Those sea turtles likes to chill beside the reefs via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/
This one seems unhappy to see us and swam away via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Sebagian penyu tampak tidak perduli dengan keberadaan saya, bahkan saat saya mendekat untuk mengambil gambar. Sebagian lagi tampak curiga dengan keberadaan kami dan langsung ambil ancang ancang untuk pergi saat kami datang.

guess how old is this sea turtle, 90 or 100 years perhaps? via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Meski penyu di area Turtle Traffic sangat banyak, ini bukan gambaran kondisi populasi penyu sesungguhnya. Bahkan penyu sudah masuk dalam daftar hewan dilindungi dalam hukum internasional dan nasional meski belum dilakukan secara maksimal.

Where are you going? via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Binatang yang sudah ada sejak masa 100 juta tahun yang lalu ini semakin menurun populasinya dari tahun ke tahun. You know it, kita, manusia lah yang jadi ancaman terbesar bagi penyu. Perusakan habitat, tempat bertelur dan bahkan kebiasaan untuk mengambil dan memakan telur penyu jadi salah satu penyebab utama turunnya populasi penyu.

via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Penyu terutama jenis penyu hijau sering memakan rumput laut, dan layaknya rumput, rumput laut juga perlu sering “dipotong” secara rutin agar tetap sehat. Secara alami penyu yang melakukan hal ini, namun berkurangnya jumlah penyu menyebabkan perkembangan rumput laut juga menurun di beberapa tempat padahal rumput laut adalah salah satu tempat utama untuk berkembangbiaknya beberapa jenis ikan, kerang hingga crustacean (kepiting, udang, lobster).

via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Do the math and you’ll find out. Penurunan jumlah penyu secara tidak alami akan membuat makanan laut favorit kita juga menghilang pelan pelan. Bukannya tidak boleh makan semua binatang laut, namun ketahui mana binatang yang secara ekologi aman untuk dimakan dan mana yang dapat mengganggu kestabilan ekosistem.

Trying to make a hand signal for sea turtle but my other hand is full, ha! via http://marischkaprudence.blogspot.co.id/

Masih banyak ikan, udang dan kerang dengan siklus berkembang biak yang cepat dan dapat dikonsumsi. Life will still good without eating sea turtles eggs or meat, I promise.

TINGGALKAN KOMENTAR

Kirimkan komentarmu
Silahkan masukan nama anda