Sebagai traveler sejati, kamu tentu sudah tak asing dengan Pulau Maratua. Atau mungkin, kamu sudah pernah datang ke kepingan surga di Kalimantan ini? Sebagai info, sebagai bagian dari Kepulauan Derawan, Pulau Maratua adalah salah satu pulau di wilayah terluar Indonesia yang begitu eksotis.

Pulau yang terletak di Kalimantan Timur ini memiliki atol dan koral yang begitu indah dan masih alami. Para traveler yang mengunjunginya terpesona dan kerap memberi julukan Maratua sebagai Paradise Island atau pulau surga. Hmmm, jadi penasaran ya, apa sih yang menarik di pulau ini?

1. Perlintasan Penyu Hijau

Maratua merupakan pulau dengan pasir putih bersih dan air sebening kaca yang kebiruan. Di balik birunya air, dari jendela resort di atas air tempat kamu menginap, kamu akan terpesona dengan pemandangan terumbu karang, dan penyu-penyu yang melintas setiap hari!

Ya, Maratua memang dikenal sebagai perlintasan penyu hijau. Sepanjang pantai Pulau Maratua terkenal sebagai tempat bertelur yang terbesar bagi penyu jenis ini. Ratusan penyu bertelur di pulau ini setiap tahunnya. Mungkin bisa dibilang inilah kampung halaman penyu hijau karena begitu banyak penyu hijau mengunjungi Pulau Maratua.

Penyu hijau (foto: Marischka Prudence)

2. Surganya Diving

Tentu sudah tahu dong, Kepulauan Derawan khususnya Pulau Maratua memiliki banyak snorkeling dan diving yang begitu indah. Kamu bisa melihat berbagai terumbu karang dan penghuninya yang beraneka ragam. Dunia bawah laut yang indah tersembunyi di bawah perairan Maratua.

Setidaknya ada 21 titik penyelaman dan snorkeling yang bisa kamu coba di sini. Masing-masing titik penyelaman memiliki eksotisme tersendiri. Jika beruntung, kamu bisa menjumpai langsung penyu hijau dan ikan manta raksasa sambil menyelam di tempat ini.

Maratua underwater (foto: Marischka Prudence)
(foto: Marischka Prudence)

Di antara banyaknya titik penyelaman (dive spot), ada dua titik penyelaman yang paling terkenal. Arus laut yang kuat menyebabkan perlunya pendamping ketika menyelam di sini, tapi keindahannya sungguh tiada tara. Keduanya adalah Turtle Traffic dan Big Fish Country.

Ratusan penyu hijau sering melintas di area Turtle Traffic. Sedangkan di Big Fish Country ada banyak ikan berukuran besar di sini seperti manta raksasa, ikan tuna, dan hiu. Selain itu, kamu juga bisa lihat ubur-ubur, kuda laut, gurita, lobster, cumi-cumi, barakuda dan bahkan hiu putih.

(foto: Marischka Prudence)
(foto: Marischka Prudence)

3. Kehidupan Suku Bajo

Berkunjung ke Maratua, tak afdol jika tak bisa berinteraksi dengan penduduk setempat di Pulau Maratua. Kamu bisa mengunjungi 4 desa yang terdapat di sini yang dihuni oleh penduduk asli Suku Bajo. Empat desa tersebut adalah Desa Teluk Harapan, Desa Payungpayung, Desa Bohesilian dan Desa Teluk Alolo yang mayoritas penduduknya adalah nelayan.

Desa-desa di Maratua dipenuhi rumah-rumah kayu yang unik. Seluruh rumah di desa ini merupakan rumah panggung dan dihubungkan oleh jembatan kayu di atas hamparan terumbu karang dan batu di tengah laut lepas.

Desa Penduduk
Desa penduduk
Sunset di Desa Bohesilian (foto: Marischka Prudence)
Sunset di Desa Bohesilian (foto: Marischka Prudence)

4. Indahnya Resort di Tengah Alam Tropis

Maratua Paradise Resort memang sudah jadi primadona. Pasalnya, keindahan pantai dan laut di Pulau Maratua yang begitu menawan bisa dinikmati travelers di dek yang ada di resort ini. Penginapan bernuansa kayu ini memang sebagian berada di atas air, begitu eksotis menyatu dengan keindahan tropis di sekitarnya.

(foto: Marischka Prudence)
(foto: Marischka Prudence)
Water Villa (foto: Marischka Prudence)
Water Villa (foto: Marischka Prudence)
(foto: Marischka Prudence)
(foto: Marischka Prudence)

Resort ini punya fasilitas yang berkelas seperti kamar dengan pendingin udara, restoran, perlengkapan menyelam, dan penyewaan kapal.

Bagian terbaik dari Maratua Paradise Resort adalah Water Villa, beberapa unit resort yang dibangun di atas air laut warna turquoise. Meski dibangun di atas laut, suplai air tawar dialirkan melalui pipa tersendiri. Tapi hati-hati menggunakan sabun dan sampo saat mandi, karena air bekas mandi masih dibuang ke laut.

Pilihan lainnya ada Derawan Dive Resort dengan pemandangan laut yang juga sangat cantik, atau bisa juga menginap di berbagai homestay yang ada di Maratua.

5. Bandara di Maratua

Maratua bisa diakses melalui Berau atau Tarakan dengan lebih dulu datang ke Balikpapan. Dari Berau, kamu bisa pergi ke Tanjung Batu dan menyewa speedboat untuk ke Derawan (ini opsi mahal, jadi hindari jika backpakeran dalam jumlah kecil). Selain itu, bisa dari Tanjung Redeb, Tarakan, dengan speedboat umum dengan waktu 3 jam.

Tapi ada berita baik nih. Karena banyaknya wisatawan ingin mengunjungi Pulau Maratua, karena Bandara Maratua yang sudah dibangun sejak tahun 2011 ini direncanakan untuk diresmikan di Desember 2015. Jadi, kamu bisa menempuh perjalanan ke pulau ini lebih cepat dibandingkan dengan speedboat.

Itu dia travelers, berbagai fakta menarik tentag Pulau Maratua, surga terluar di Indonesia. Untuk kamu yang penasaran dengan Maratua, kenapa ‘nggak berlibur saja ke sana? Ada banyak pilihan liburan, baik yang low budget ataupun yang lebih eksklusif.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Kirimkan komentarmu
Silahkan masukan nama anda